galerifoto1806_clip3Mataram, 27/3 (Antara) – Lebih dari dua ribu pendukung empat pasangan calon menghadiri momentum pengundian nomor urut peserta pemilihan kepala daerah (Pilkada) Nusa Tenggara Barat (NTB), meskipun Komisi Pemilihan Umum membatasi jumlah pendukung hanya 200 orang setiap pasangan calon.

Ribuan pendukung keempat pasangan calon itu memadati gedung dan halaman Narmada Hall Mataram, sejak Rabu pagi, sebelum rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB dengan agenda penentuan nomor urut pasangan calon, digelar.

Para pendukung pasangan calon itu membawa atribut partai politik pendukung pasangan calon tersebut. Aparat kepolisian terlihat aktif mengamankan situasi agar tidak terjadi bentrok antarpendukung pasangan calon.

Dalam pleno KPU NTB itu masing-masing pasangan calon diminta mengambil kertas undian berisi nomor yang dibungkus pita. Pengundian dilakukan berdasarkan nomor urut saat pasangan calon itu mendaftar di KPU NTB.

Pasangan calon Harun Al Rasyid dan TGH Lalu Muhyi Abidin yang menggunakan sandi politik Harum, lebih dulu mengambil kertas undian dan mendapat nomor urut 3, kemudian diikuti pasangan calon DR KH Zulkifli Muhadli dan Prof DR H Muhammad Ichsan atau Zul-Ichsan yang mendapat nomor urut 4.

Selanjutnya pasangan calon TGH M Zainul Majdi dan Muhammad Amin atau TGB-Amin, yang mendapat nomor urut 1, dan pasangan calon H Suryadi Jaya Purnama dan Johan Rosihan atau “Suryadi-Johan” yang mendapat nomor urut 2.
Keempat pasangan calon itu ditetapkan sebagai peserta dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2013-2018, oleh KPU NTB pada 25 Maret 2013.
Paket “Harum” diusung oleh 18 parpol yakni Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), PNBK Indonesia, PPDI, Partai Buruh, PNIM, PDP, PSI, PPNUI, PPN, PPI, PKP, Partai Patriot, Partai Merdeka, PMB, PIS, Parta Barnas, Partai Kedaulatan, dan PKPI.
Harun merupakan mantan Gubernur NTB periode 1998-2003 yang kini masih menjadi anggota DPR dari Partai Gerindra.

Muhyi kini masih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal NTB, yang juga petinggi Pengurus Wilayah (PW) Nahdlatul Wathan (NW) NTB, organisasi Islam terbesar di wilayah NTB.

Paket Zul-Ichsan diusung empat parpol peserta Pemilu 2009 itu yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), dan Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI).
Zulkifli merupakan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PBB NTB, yang masih menjabat Bupati Sumbawa Barat untuk periode keduanya. Jabatan bupati itu diraih sejak 2005. Sementara Ichsan adalah mantan Dekan Fakultas Peternakan Universitas Mataram (Unram) yang kini menjabat Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) NTB.

Paket TGB-Amin diusung tujuh parpol yakni Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, dan Partai Gerindra.
Zainul Majdi yang akrab disapa TGB merupakan Gubernur NTB periode 2008-2013, yang juga menjabat Ketua DPD Partai Demokrat.
Sementara Amin merupakan kader Partai Golkar yang menjabat Sekretaris DPD I Partai Golkar NTB, yang juga masih menjadi anggota DPRD NTB periode 2009-2014. Amin berasal dari Pulau Sumbawa.

Paket “Suryadi-Johan” diusung tiga parpol yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bintang Reformasi (PBR) dan Partai Persatuan Rakyat Nasional (PPRN), dengan dukungan sembilan kursi dari total 55 kursi di DPRD NTB hasil Pemilu 2009.
Suryadi merupakan Ketua DPD PKS NTB yang juga Wakil Ketua DPRD NTB, sementara Johan merupakan Wakil Ketua DPD PKS NTB yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB.

Usai pengundian nomor urut, Ketua KPU NTB Fauzan Khalid mengingatkan pasangan calon beserta tim kampanye dan simpatisannya tentang jadwal kampanye yang baru akan dimulai pada 26 April hingga 9 Mei 2013.
Tahapan pemungutan suara dijadwalkan 13 Mei 2013 untuk putaran pertama, dan 22 Juli jika harus ada putaran kedua.
“Dengan rasa hormat, mulai hari ini sampai sebelum tahapan kampanye, semua baliho dan alat peraga kampanye lainnya yang terpampang di berbagai lokasi, hendaknya diturunkan sendiri oleh pendukung masing-masing pasangan calon,” ujar Fauzan. (*)

sumber : http://www.antaramataram.com/berita/?rubrik=1&id=24373